Memanfaatkan WAHA Sebagai WhatsApp Gateway
API Telegram memang sangat mudah diadopsi untuk banyak keperluan. Sangat fleksibel. Bahasa gaulnya oprekable. Tapi kebanyakan user menggunakan WhatsApp sebagai messenger utamanya.

WhatsApp yang menyelesaikan semua urusan di Indonesia
Hahaha… Bahkan sepertinya kalau whatsapp tumbang sehari saja, tau nggak usah sehari deh, sejam aja, geger user whatsapp di Indonesia. Apapun bisa beres sama whatsapp. Sebut saja : chat, telpon, video call, group, channel, status, bahkan sampai penyimpanan file sekalipun banyak sekali yang mengandalkan aplikasi chat yang satu ini. Whatsapp membuat ticket sistem menjadi komunikasi yang menyusahkan. Harus cek via browser, halah, susah. hahaha. Padahal dengan ticket sistem riwayatnya terekam dengan jelas. Troubleshoot pun lebih mudah karena bisa bertukar data dan bisa dihandle oleh tim secara bertingkat.
Tapi lagi lagi, kita semuanya (mungkin termasuk saya) sudah terlalu percaya sama Wea ini. Kadang ada pertanyaan iseng saya begini : “Kalau suatu saat WhatsApp menjadi berbayar, user di Indonesia bakalah rela nggak yah untuk mengeluarkan budget? kalau iya, kira-kira berapa per bulan?” hahaha.
Mainan Baru
Saya lumayan akrab dengan API Telegram, yang kita semua tahu, gratis! Beberapa pekerjaan yang membutuhkan notifikasi langsung ke handphone sudah saya kerjakan pakai Telegram ini. Ya karena memang API nya terbuka, bot nya mudah dibuat dan dikontrol, aplikasinya tidak rumit. Tapi ya gitu, ada salah satu monitoring sistem yang saya buat, mengirim pesan realtime ke Telegram channel. Anggota channelnya ada 16, yang melihat update paling banyak 5.
Akhirnya saya punya mainan baru. Gimana caranya biar notif didorong ke WhatsApp, entah group atau personal chat. Ketemu sama si WAHA ini. Instalasinya cukup mudah. Dokumentasi API nya cukup jelas. silahkan dicoba disini.
Komentar