AI dan Keresahan Instan
Tentang kecerdasan buatan yang meningkatkan produktivitas, juga tentang keresahan dibaliknya.

Tahun 2010 saya menyelesaikan skripsi saya dengan tema besar “Artificial Intelligence” yang dapat menguji seberapa “cerdas” manusia dalam bidang tertentu. Tentu saja menggunakan algoritma pada zamannya. Tidak terbayang saat itu model kecerdasan buatan bisa semaju sekarang ini. dan saya pun bersyukur sekaligus khawatir.
Bersyukur?
Pekerjaan saya sehari-hari dibidang teknologi. Sangat dinamis sekali. Walaupun garis besarnya sama, tujuan utamanya pun sama: meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Teknologi boleh berganti, metode boleh berubah. Kecepatan ditingkatkan, proses dibuat lebih efektif. Pada akhirnya semuanya seharusnya mengarah ke tujuan itu.
Hampir setiap pekerjaan saya sekarang diasisteni oleh kecerdasan buatan ini. Pun untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa saya kerjakan tanpa bantuan AI. Entah ketergantungan atau apalah istilahnya, untuk pekerjaan yang biasanya bisa saya kerjakan mandiri saya mulai terbiasa mengerjakan dengan diasisteni kecerdasan buatan. Hal itu mempermudah saya dalam menyusun dokumentasi yang saya sering malas mengerjakannya.
Beberapa rekan kadang bertanya : “kalau nggak ada AI gimana mas ngerjain ginian?” Saya dengan simpel menjawab “selesai sih, tapi mungkin lebih lama aja”. Hal yang sama juga kadang terfikir oleh saya saat mengerjakan pekerjaan dengan bantuan generative AI.
Khawatir?
Ya! Tentu ada rasa khawatir tentang kemajuan yang sangat sangat cepat ini. Salah satu kekhawatiran saya adalah kepakaran instan. Baik yang saya temui di orang lain, atau bahkan yang ada di kepala saya sendiri. Banyak orang, dan mungkin termasuk saya, merasa banyak mengerti ini dan itu hanya karena bisa melakukannya dibantu dengan kecerdasan buatan.
Bentuk kekhawatiran lain saya adalah kepada yang sedang belajar. Khawatir mereka terlalu instan dalam mengerjakan sesuatu. Sampai di titik tidak mengerti apa yang mereka kerjakan tapi pekerjaan selesai. Selesai, tapi tidak mengerti kenapa bisa selesai? aneh ya?
Komentar