Ngga Enaknya Blog Tanpa Database Buffer *sigh*

Blog ini saya bikin pake sphpblog, uniknya sphpblog ini tanpa database, jadi semua entry / tulisan disini disimpan dalam bentuk plaintext atau file text murni.

Tapi nggak enaknya ngga ada buffer / penyangga, jadi kalau pas udah nulis cape-cape dan ternyata session nya habis, nggak kesave (-:

Ini kejadian tadi pagi, saya nulis tentang penggunaan NFS di linux, udah jadi, eee… session habis, akhirnya ngga kesave, musti nulis ulang. capee deehh

Hei teknisi speedy dan atau telkom… sosialisasikanlah DNS yang kamu punya!

Rasa heran kadang muncul, karena setiap melihat IP DNS yang digunakan di user-user Internet yang saya temui, yang rata-rata mereka menggunakan produk telkom dan atau speedy, khususnya didaerah Jakarta dan Jawa Barat, hampir bisa dipastikan saya temui IP DNS yang sama yaitu : 202.134.0.155 atau 202.134.1.10

Hal tersebut membuktikan kurangnya sosialisasi pihak ISP untuk memberikan DNS alternatif yang mereka miliki, karena setahu saya lumayan banyak list DNS Server milik mereka.

Logikanya gini, kalau yang disosialisasikan atau disettingkan ke konfigurasi internet user-user hanya itu saja, maka load Server DNS itu akan tinggi yang menyebabkan updating resolvernya akan lambat. Gimana nggak lambat kalau dihajar buanyak user dalam satu waktu 😐

Jadi, itung-itung bantuin sosialisasi DNSnya telkom, berikut daftar IP DNS Server milik Telkom dan atau Speedy yang bisa anda pakai :

* 202.155.0.20

* 202.155.0.15

* 202.134.0.62

* 202.134.0.155

* 202.134.1.10

* 202.134.2.5

* 203.130.196.5

Yang suka IP Cantik / Ganteng, bisa pake DNS Publik nya Google :

* 8.8.8.8

* 8.8.4.4

Atau, untuk aman-nya, bisa gunakan DNS Nawala yang bisa sekalian untuk memfilter konten-konten negatif di belantara maya :

* 180.131.144.144

* 180.131.145.145

Sekian, jadi untuk user yang menggunakan DNS Defaultnya Telkom (202.134.0.155 atau 202.134.1.10) kalau ping ke IP Publik seperti ping ke 8.8.8.8 atau ke 180.131.144.144 bisa sedangkan ping ke domain seperti ping linux.or.id tidak bisa, silahkan ganti DNS anda.

HTH

* hal ini terjadi malam ini, karena domain ini sudah diresolve dengan baik di DNS Server lain (bahkan dicek di opendns cache keluar hasil : “All locations returned the same (valid) answer.”, tapi pake DNS Server Defaultnya Speedy belum bisa diresolve. (-:

Kenapa ngirim email dari MTA selalu dideteksi sebagai spam oleh gmail, yahoo, dll

Buat yang pernah setup MTA *bukan Mall Taman Anggrek loh ya, tapi Mail Transfer Agent* entah itu pake Postfix, Exim, netmail, qmail, zarafa, zimbra atau yang lainnya. Mungkin dah pernah ngalamin kalau ngirim email selalu dideteksi spam sama penerima, nahhh kenapa kok bisa begitu?

Ada tools yang bisa ngebantu kita buat ngecek kesalahan kita dimana, karena faktor penyebab email kita dideteksi sebagai email spam atau sampah ada lumayan banyak, dan nanti komulasi dari persyaratan itu akan menjadi skor yang nentuin email kita itu akan dideteksi sebagai spam atau tidak.

Oke, alat bantu buat ngecek itu ada di : http://www.allaboutspam.com/email-server-test/

Cara pake nya :

1. Kirim email dulu ke [email protected] | subject dan isinya terserah

2. Setelah beberapa waktu, masuk ke http://www.allaboutspam.com/email-serve … /index.php

3. Masukin alamat email yang kita pake buat ngirim ke kotak Email Address trus klik submit

4. Nahhh, ntar ada diagnosa dari allaboutspam.com dan juga saran dari dia

5. Isinya : Email Details, Reverse DNS Check, HELO Greeting Check, RBL (Real time Black List) Check, BATV (Bounce Address Tag Validation) Check, SPF (Sender Policy Framework) Check, DKIM (Domain Keys Identified Mail) Check, URIBL (Realtime URI Blacklist) Check, SPAMAssassin Check, sama Greylist Check

Nahhh, semakin banyak yang kuning atau bahkan merah, semakin besar kemungkinan surat elektronik yang kita kirim akan dideteksi sebagai spam πŸ˜€

Selanjutnya silahkan benerin yang kuning dan merahnya

HTH

Install Pidgin 2.7.0 di Ubuntu Lucid Lynx melalui source

Kemaren dapet kabar dari Mas Willysr, pidgin 2.7.0 sudah keluar dengan beberapa fitur baru… Untuk fitur baru bisa dilihat disini.

 Oke, berikut ini cara install melalui source (bukan melalui ppa) :

 *) Download source Pidgin 2.7.0 dari sourceforge (saya suka pake mirror jaist)

 *) Extract source pidgin yang sudah di download

Β *) Tambahkan repository dibawah ini (jika belum ada) :

deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu lucid main restricted
deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ lucid multiverse main universe restricted

*) Buka terminal, ketik :

apt-get install apt-get build-dep pidgin

*) Configure pidgin :

cd /direktory/nyimpen/source/pidgin
./configure
make
make install

Tinggal bikin launchernya aja, bisa di Applications atau di Panel, saya lebih suka di panel πŸ˜‰

Beress… Semoga Bermanfaat πŸ˜‰

Membuat Repository Ubuntu 10.04 Untuk Beberapa arch (i386, amd64, powerpc)

Saya kemaren sempet bikin mirror Ubuntu 10.04 LTS di salah satu server yang saya rawat. Nahhh, karena repository untuk satu arch (architecture) processor bisa mencapai 32 Gb maka saya berinisiatif untuk memisahkan script antara intel dengan amd64 agar ngga berbarengan jalannya.

Tapi ternyata, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, repo yang terakhir selalu menimpa repo yang sebelumnya, haha, ternyata memang ngga boleh dijalanin lebih dari satu kali untuk target direktori yang sama, jadi harus berbarengan.

Oke, berikut cara membuat mirror repository Ubuntu 10.04 LTS yang saya ambil dan saya sederhanakan dari OpenSource TelkomSpeedy :

Asumsi

folder repo : /home/user/repo-10.4

server : dl2.foss-id.web.id atau 125.160.17.22

GNUPGHOME : /home/user/mirrorkeyring

Ubah informasi tersebut di sesuaikan dengan kondisi komputer anda

Install debmirror

# apt-get install debmirror

Buat folder untuk menempatkan repository, misalnya /home/user/repo-10.04

# mkdir /home/media/repo-10.4

Buatl script mirror

# nano /usr/local/bin/mirrorbuild.sh

Masukan script berikut :

#!/bin/bash
export GNUPGHOME=/home/media/mirrorkeyring
arch=i386, amd64, powerpc
section=main,restricted,universe,multiverse
release=lucid,lucid-security,lucid-updates,lucid-backports,lucid-proposed
#server=opensource.telkomspeedy.com:5432
#server=dl2.foss-id.web.idserver=125.160.17.22
#server=kambing.ui.ac.id
inPath=ubuntu
proto=http
outPath=/home/andri/repo-10.04
debmirror -a $arch \
--no-source \
-s $section \
-h $server \
-d $release \
-r $inPath \
--progress \
-e $proto \
$outPath

Simpan script diatas

Ubah ijin agar file mirrorbuild.sh dapat di jalankan

# chmod -Rf 777 /usr/local/bin/mirrorbuild.sh

Ubah ijin dari folder mirror

# chown -Rf root.root /home/user/repo-10.04
# chmod -Rf 571 /home/user/repo-10.04

Buat folder untuk mirror keyring

# mkdir /home/user/mirrorkeyring
# gpg --no-default-keyring --keyring /home/user/mirrorkeyring/trustedkeys.gpg --import /usr/share/keyrings/ubuntu-archive-keyring.gpg

Jalankan mirrorbuild.sh

# /usr/local/bin/mirrorbuild.sh

Cron supaya repository diupdate secara periodik :

# crontab -e

Agar setiap jam 10 malam di update. Isi dengan perintah :

0 * * * * /usr/local/bin/mirrorbuild.sh

Aktifkan cron

# /etc/init.d/cron restart

Agar repo bisa digunakan melalui protokol http, install Apache terlebih dahulu :

# apt-get install apache2

Buat link statik antara download repository ke Web

# mkdir /var/www/ubuntu
# mount --bind /home/media/repo-9.10 /var/www/ubuntu

Setting di client untuk agar bisa menggunakan repository yang baru dibuat :

deb http://[ip/domain mirror]/ubuntu/ lucid main restricted universe multiverse
deb http://[ip/domain mirror]/ubuntu/ lucid-updates main restricted universe multiverse
deb http://[ip/domain mirror]/ubuntu/ lucid-security main restricted universe multiverse
deb http://[ip/domain mirror]/ubuntu/ lucid-backports main restricted universe multiverse
deb http://[ip/domain mirror]/ubuntu/ lucid-proposed main restricted universe multiverse

Yang perlu diperhatikan :

*) Pastikan punya koneksi internet yang mumpuni, pengalaman saya membuat repo untuk 2 arch memakan waktu semalam lebih (dengan koneksi 10 mbps)

*) Pastikan juga hdd kosong sekitar 62 Gb untuk 1 distro dengan 2 arch, dengan asumsi 1 arch = 32 Gb

*) Perintah yang diawali tanda # berarti dijalankan sebagai super user

*) Jika mengalami kegagalan pada saat menjalankan mirrorbuild.sh, coba jalankan ulang gpgkeyring (gpg –no-default-keyring –keyring /home/user/mirrorkeyring/trustedkeys.gpg –import /usr/share/keyrings/ubuntu-archive-keyring.gpg)

*) Sumber artikel diambil dari OpenSource TelkomSpeedy

Semoga Bermanfaat πŸ˜‰

Stress Testing…? Apakah Perlu…???

Server selesai diconfig, sistem / aplikasi web sudah tidak ada error, jaringan dipastikan ready, apakah sudah siap untuk live production…?

Tunggu dulu (jangan) kita juga harus memperkirakan berapa banyak user yang nantinya akan live menggunakan sistem / aplikasi tersebut, kita juga harus memperkirakan berapa banyak dan berapa besar data diterima dan dikirim oleh si server, pun juga request dari pengguna sistem… Bagaimana kalau sudah runing live ternyata server tidak mampu alias kuwalahan untuk menerima banyak request dalam satu waktu, atau banyak data yang ditransfer (upload) ke server dalam waktu yang bersamaan.

Nahhh, untuk mengetahui, kita bisa uji coba server dan jaringan yang akan digunakan sebagai live production tersebut. Istilahnya stress testing atau stress benchmarking.

Toolsnya apa ndri..?

Gunakan saja ab, tools yang sudah secara build in disertakan pada waktu kita menginstall apache2.

Caranya gimana ndri…?

Caranya, pertama kita create dummy file (jika belum memiliki file yang akan digunakan untuk testing…

$ time dd if=/dev/zero of=test.pdf bs=500000000 count=1
1+0 records in
1+0 records out
500000000 bytes (500 MB) copied, 5,77993 s, 86,5 MB/s

real 0m5.832
suser 0m0.000s
sys 0m1.140s

$ ls -l
total 488288
-rw-r--r-- 1 andri andri 500000000 2010-05-07 01:33 test.pdf

Nahhh, udah punya file yang mau kita pakai untuk mengHAJAR server kita, besarnya 500 Mb. Saatnya kita test :

$ ab -n 100 -c 10 -p test.pdf http://localhost/

artinya kita akan men-test server tersebut dengan 100 request (-n) dengan 10 connection (-c) yang mengupload file test.pdf (-p) sebesar 500 Mb.

Kita lihat apa kata ab :

This is ApacheBench, Version 2.3 <$Revision: 655654 $>
Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/Licensed to The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/
Benchmarking localhost (be patient).....done
Server Software: Netscape-Enterprise/6.0
Server Hostname: localhost
Server Port: 80
Document Path: /
Document Length: 309 bytes
Concurrency Level: 4
Time taken for tests: 45.042 seconds
Complete requests: 100
Failed requests: 0
Write errors: 0
Non-2xx responses: 100
Total transferred: 57000 bytes
Total POSTed: 50000013100
HTML transferred: 30900 bytes
Requests per second: 2.22 [#/sec] (mean)
Time per request: 1801.683 [ms] (mean)
Time per request: 450.421 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 1.24 [Kbytes/sec] received
1084056.23 kb/s sent
1084057.47 kb/s total

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 455 374.5 444 1325
Processing: 443 1347 393.0 1332 2307
Waiting: 1 896 384.3 889 1817
Total: 1325 1802 644.2 1348 3195
Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 1348
66% 1817
75% 2661
80% 2664
90% 2688
95% 2711
98% 3142
99% 3195
100% 3195 (longest request)

Untuk mengetahui sampai mana server kuat, lakukan sampai menemui error / failed di output.

Dan untuk mengetahui parameter ab lebih lengkap, silahkan kunjungi : http://httpd.apache.org/docs/2.0/programs/ab.html

Sekian, semoga bermanfaat πŸ˜‰

Mengatasi memory linux yang penuh

Nahh, untuk mengatasinya, kita bisa menyuruh kernel untuk membersihkan cache, dentries dan inode dari memory. Caranya…?

Untuk membersihkan pagecache

# echo 2 > /proc/sys/vm/drop_caches

Untuk membersihkan ketiganya (pagecache, inodes dan dentries)

# crontab -e* */2 * * * echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches

Contoh diatas akan mengosongkan pagecache, inodes dan dentries pada memory setiap 2 jam sekali…

Sekian, semoga bermanfaat πŸ˜‰

Mirror repository Ubuntu 10.04 amd64 menimpa yang arch i386, kenapa ya?

Pertama kali jalanin yang i386, sukses ndak ada masalah, 32 Gigs terunduh dengan sempurna… nahhh, abis itu jalanin yang amd64, sukses juga nda ada masalah, 33 Gigs terunduh dengan sempurna…

Pas saya liat list direktory di pool/universe/a/audacity/ misalnya… saya lihat yang untuk arch i386 kok ngilang :-O tinggal ada yang untuk arch amd64.

Ada yang tau biar bisa di satu folder / direktory saja? Apakah harus satu kali mirror untuk 2 arch biar nggak numpuk?